Analisis teks dan naskah

Suntingan teks merupakan salah satu dari sekian banyak hasil kerja penelitian filologi. Suntingan teks merupakan teks yang telah mengalami pembetulan-pembetulan dan perubahan-perubahan sehingga dianggap bersih dari segala kekeliruan (Darusuprapta, 1984: 5). Suntingan teks ini berupaya untuk menyajikan bacaan yang bersih terhindar dari tulisan yang rusak dengan mengadakan kritik dan alatnya berupa aparat kritik. Suntingan teks dilakukan dengan cara melakukan koreksi pada teks. Koreksi tersebut bisa berupa penambahan, pengurangan, maupun penggantian bacaan teks


Metode suntingan teks
Dalam penelitian ini metode yang dipakai dalam membuat suntingan teks adalah metode induk atau metode landasan dengan edisi standar. Metode landasan ini digunakan karena jumlah naskahnya lebih dari satu yaitu empat naskah. Selain itu diantara empat naskah yang ada ini ada yang mempunyai keunggulan dibandingkan dengan naskah yang lain, serta ada teks yang lebih unggul kualitasnya. Naskah dan teks unggul yang dipilih berdasarkan deskripsi, pemetaan keluarga naskah dan perbandingan teks.

Aparat kritik adalah bahan pembanding yang menyertai penyajian suatu naskah. Isi aparat kritik adalah segala perubahan (conjectura) pengurangan (eliminatio) atau penambahan (divination)yang dilakukan oleh peneliti sebagai pertanggungjawaban ilmiah dalam suatu penelitian terhadap suatu naskah. Aparat kritik memuat kelainan bacaan yang berupa variasi ejaan, kata dan gatra yang terdapat dalam teks-teks pembanding. Pembahasan koreksi bisa berupa pembetulan, penambahan bacaan, penghapusan maupun perubahan bacaan terhadap teks landasan.

Manfaat aparat kritik bagi suntingan naskah :
Aparat kritik digunakan apabila peneliti akan mengadakan perubahan, penambahn, ataupun pengurangan, semuanya dicatat dan ditempatkan pada aparat kritik.dengan aparat kritik memungkinkan bagi pembaca untuk melihat  varian-varian yang terdapat dari naskah yang seversi. Jadi aparat kritik merupakan pertanggungjawaban ilmiah, dan tujuan penyertaan aparat kritik agar pembaca dapat mengecek bagaimana bacaan naskah dan apabila perlu membuat penafsiran sendiri.

Langkah-langkah penelitian:
  1. Metode penelitian
  • Menggunakan metode peneletian deskriptif. Yang meliputi, deskripsi kondisi fisik dan unsur instrinsik naskah, transliterasi (diplomatis, orthografis terbatas), pemetaan keluarga naskah, perbandingan, suntingan, dan terjemahan teks.
  • Subjek penelitian
  • Pengumpulan data
  • Instrumen penelitian adalah kartu yang digunakan untuk mencatat semua data berhubungan dengan subjek penelitian, yang diperoleh dari hasil pembacaan dan transliterasi.
  • Teknik pengumpulan data, meliputi inventarisasi naskah, deskripsi naskah, transliterasi diplomatik, memasukkan data dalam kartu data.
  • Analisis data yaitu menggunakan teknik analisis deskriptif yang berlaku dalam penelitian kepustakaan. Langkah-langkah analisis data:
  • Deskripsi kondisi fisik dan instrinsik naskah yaitu dengan cara memaparkan atau menggambarkan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci mengenai kondisi fisik dan unsur intrinsik naskah.
  • Transliterasi diplomatis dan orthografis terbatas, transliterasi diplomatis dilakukan dengan cara melakukan alih aksara. Transliterasi orthografis terbatas dilakukan dengan cara melakukan penyempurnaan transliterasi diplomatik.
  • Pemetaan keluarga naskah yaitu dilakukan dengan cara mengelompokkan, berdasarkan kriteria banyaknya persamaan dan perbedaan dalam jumlah pupuh, kandungan bait teks, asasi cerita.
  • Perbandingan teks, dilakukan dengan cara membandingkan setiap variasi dari keluarga terpilih.
  • Suntingan teks: dilakukan dengan cara melakukan koreksi pada teks.
  • Terjemahan teks: dilakukan dengan cara menerjemahkan keseluruhan teks yang berbahasa jawa dalam bahasa indonesia, secara bebas sesuai dengan konteks.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan-Bahan Naskah